Ekaristi Purba Menghadapi Tekanan Penyidik Polres Karo Hingga Berpikir Untuk Mengakhiri Hidup

Keadaan menjadi semakin tegang dan emosional untuk Ekaristi Purba, seorang janda yang merasakan tekanan dan intimidasi yang menghancurkan dari penyidik pembantu Satuan Reserse Kriminal Unit Idik IV/Ekonomi Polres Karo, Natafael Sembiring SH. Tak hanya itu, sang janda juga harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kehilangan ponsel putrinya, yang diduga dicuri oleh teman sekolahnya sendiri.
Tertekan dan Terintimidasi
Kesedihan dan tekanan psikologis yang dirasakan Ekaristi Purba bukanlah hal yang ringan. Sebagai seorang ibu tunggal yang harus membesarkan dua anaknya sendiri setelah ditinggal suami beberapa tahun yang lalu, dia merasa tertekan oleh tekanan dan intimidasi dari penyidik. Dalam beberapa postingan di akun Facebook pribadinya, Ekaristi mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama kasus ini berlangsung.
Menjadi Tersangka
Namun, tekanan tersebut semakin meningkat ketika Ekaristi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kehilangan ponsel putrinya. Keputusan ini mengejutkan dan menimbulkan rasa frustrasi yang mendalam bagi Ekaristi. Dia merasa bahwa tekanan dan intimidasi yang dia terima selama menjalani pemeriksaan di Polres Tanah Karo semakin tidak berdasar.
Kejanggalan Penetapan Tersangka
Ekaristi juga mempertanyakan keputusan penyidik yang menetapkannya sebagai tersangka pada tanggal 24 Oktober 2025. Menurutnya, pada saat itu penyidik belum meminta keterangan saksi dari pihaknya. Bahkan, pemanggilan saksi, yaitu adik kandungnya bernama Ervi Purba, seharusnya baru dijadwalkan pada tanggal 15 Desember 2025. Namun, sebelum jadwal pemeriksaan saksi itu berlangsung, dirinya sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.
Terancam Bunuh Diri
Keadaan yang semakin menekan membuat Ekaristi merasa putus asa dan berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Dia merasa tekanan yang dia terima dari penyidik terlalu berat untuk ditanggung. Bahkan, dia mengungkapkan bahwa anaknya hampir saja menjadi anak yatim piatu karena tekanan tersebut.
Belum Dapat Konfirmasi
Sementara itu, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari penyidik Natafael Sembiring SH belum berhasil. Meskipun wartawan telah berusaha mencoba untuk mendapatkan keseimbangan berita, namun hingga saat ini penyidik belum dapat ditemui di Polres Karo.
➡️ Baca Juga: Israel-Iran Masih Saling Serang, Dubes Iran: Kami Siap Bantu Evakuasi WNI
➡️ Baca Juga: Film Keluarga Pelangi di Mars: Inovasi Sinema Sci-Fi untuk Anak-Anak Indonesia