Indrak, Spesialis SEO: Mahasiswi UIN Suska Riau, Putri Dara Dewi, Meraih Empat Medali di LETIN-7 dan FIM-2 2026

Apakah Anda pernah mendengar kisah mengenai seorang mahasiswi yang berhasil meraih empat medali dalam dua kompetisi nasional sekaligus? Inilah cerita Putri Dara Dewi, mahasiswi UIN Suska Riau, yang berhasil meraih satu medali perak dan tiga medali perunggu dalam Lomba Essay Tingkat Nasional ke-7 (LETIN-7) dan Forum Indonesia Muda ke-2 (FIM-2) tahun 2026.
Pencapaian Luar Biasa di LETIN-7 dan FIM-2 2026
LETIN-7 dan FIM-2 adalah dua ajang kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Nusantara Muda, bekerja sama dengan Universitas Janabadra sebagai mitra akademik dan tuan rumah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 14-15 Februari 2026, di Kampus Universitas Janabadra, Yogyakarta. Tema tahun ini adalah “Gagasan Generasi Muda Menuju Indonesia yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”.
Putri Dara Dewi, yang merupakan mahasiswi program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska Riau, berhasil meraih Silver Medal. Prestasi ini diraih berkat esainya yang berjudul “Asidah Berdaya Saing: Strategi Inovasi Kuliner Lokal untuk Menembus Pasar Global Berbasis Keberlanjutan dan Ekonomi Kreatif”.
Strategi Inovasi Kuliner Lokal
Dalam esainya, Putri mengangkat kue Asidah sebagai kuliner tradisional Melayu Riau yang memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi. Dia menawarkan strategi penguatan branding berbasis identitas lokal, inovasi kemasan modern, optimalisasi pemasaran digital, serta kolaborasi lintas sektor ekonomi kreatif. Strategi ini diharapkan dapat membuat produk tradisional mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan keasliannya.
Putri juga berhasil meraih tiga Bronze Medal melalui esai dengan judul “Lopek Bugi: Inovasi Kuliner Tradisional Kampar oleh Generasi Muda dalam Meningkatkan Daya Saing dan Keberlanjutan Budaya Lokal”, “Gunung Malelo Eco-Innovillage: Mengangkat Budaya Ikan Lubuk Larangan sebagai Laboratorium Generasi Inovatif untuk Masa Depan Berkelanjutan”, dan “Gulai Ikan Patin sebagai Identitas Pangan Lokal dan Strategi Inovasi Generasi Muda Menuju Sistem Ketahanan Pangan Berkelanjutan dalam Era Globalisasi”.
Ketiga karya tersebut menitikberatkan pada peran generasi muda dalam pelestarian budaya, inovasi pangan lokal, serta penguatan ketahanan sosial-ekonomi berbasis keberlanjutan.
Proses Persiapan dan Dedikasi
Dalam wawancara, Putri menjelaskan bahwa pemilihan tema kuliner dan kearifan lokal dilatarbelakangi keinginannya mengangkat potensi daerah agar memiliki daya saing lebih luas. “Saya ingin menunjukkan bahwa kuliner tradisional bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga memiliki peluang ekonomi besar jika dikelola secara inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengakui proses persiapan tidak berlangsung singkat. Selain mengikuti perkuliahan, Putri melakukan riset literatur, observasi lapangan, serta penyusunan naskah yang melalui sejumlah tahap revisi. Ketekunan, manajemen waktu, dan konsistensi menjadi faktor utama keberhasilannya hingga meraih penghargaan di tingkat nasional.
Kontribusi Terhadap Prestasi UIN Suska Riau
Prestasi Putri turut berkontribusi terhadap capaian UIN Suska Riau sebagai Juara Umum dalam ajang LETIN-7 dan FIM-2 2026. Secara keseluruhan, sebanyak 20 mahasiswa UIN Suska Riau berhasil meraih medali dalam berbagai kategori.
- Irfan Ramadani (Hukum Tata Negara) – Silver Medal bidang Budaya.
- Lailatul Rahmi, Nursita Juliana, Rosikhatul Fadilah, dan Sindi Klaudia (Pendidikan Bahasa Inggris) – Gold Medal dan Juara Harapan I bidang Pangan.
- Putri Laila Nurul Azizah (Pendidikan Bahasa Arab) – Bronze Medal bidang Pangan.
- Nuur Nilam Sari (Pendidikan Bahasa Inggris) – Bronze Medal bidang Pangan.
- Okti Nurvadila (Pendidikan Matematika) – Bronze Medal bidang Pangan.
LETIN-7 dan FIM-2 diikuti oleh 309 finalis dari 104 institusi perguruan tinggi dan lembaga yang berasal dari 23 provinsi di Indonesia. Kategori lomba meliputi Essay Presentation dan Poster Presentation dengan subtema pendidikan, pariwisata, budaya, hukum, sosial, ekonomi, pangan, lingkungan, teknologi, dan kesehatan.
Tujuan Ajang Kompetisi
Ajang ini bertujuan menjadi platform bagi generasi muda untuk menyalurkan ide, kreativitas, serta solusi ilmiah terhadap persoalan strategis bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk memperkuat kompetensi berpikir kritis, penulisan ilmiah, dan presentasi akademik mahasiswa.
Keberhasilan Putri dan rekan-rekannya dinilai menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing di tingkat nasional melalui gagasan inovatif berbasis potensi lokal. Diharapkan, ide-ide yang dihasilkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat diimplementasikan guna mendorong penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya Indonesia.
➡️ Baca Juga: Wali Kota Lhokseumawe Menerima Bantuan Santunan untuk 250 Anak Yatim dan Paket Sembako dari BSI
➡️ Baca Juga: Baihaqi Terlibat, Pengacara Mengunjungi Kantor Kejaksaan Negeri Pamekasan untuk Penyelesaian Kasus




