
Perhatian publik baru-baru ini teralihkan ke sebuah kabupaten di Bengkulu bernama Rejang Lebong. Sang Bupati, Muhammad Fikri Thobari, menjadi sorotan media setelah menjadi target operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lalu, siapakah sebenarnya Fikri Thobari ini? Mari kita kenali lebih dekat profil Fikri Thobari.
Muhammad Fikri Thobari, Bupati Rejang Lebong
Sebagai sosok di balik berita besar, profil Fikri Thobari menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Fikri Thobari adalah Bupati Rejang Lebong yang menjadi pusat perhatian setelah dirinya diamankan oleh KPK dalam operasi tangkap tangan yang berlangsung hingga tengah malam.
Karir Politik dan Pendidikan
Fikri Thobari bukanlah sembarang individu. Ia adalah politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang lahir di Sumatera Selatan pada 4 Februari 1981. Pendidikan formalnya ditamatkan di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang, di mana ia berhasil memperoleh gelar Sarjana Ekonomi.
Pendidikan Fikri tidak berhenti sampai di situ. Ia kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister dan berhasil meraih gelar Magister Administrasi Publik dari Universitas Hazairin Bengkulu.
Kehidupan Sebelum Menjadi Bupati
Jauh sebelum menjabat sebagai Bupati Rejang Lebong, Fikri Thobari dikenal sebagai sosok pengusaha di bidang properti. Di samping itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan politik dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPD PAN Rejang Lebong.
Perjalanan Menjadi Bupati Rejang Lebong
Fikri Thobari menjadi Bupati Rejang Lebong setelah meraih kemenangan dalam Pilkada Serentak 2024. Dengan perolehan suara 44,07 persen, ia berhasil meraih kepercayaan rakyat untuk memimpin Kabupaten Rejang Lebong.
Laporan Harta Kekayaan
Sebagai seorang pejabat publik, Fikri Thobari telah melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK saat mencalonkan diri dalam Pilkada Serentak 2024. Dalam laporan tersebut, total kekayaan bersih yang dilaporkan Fikri mencapai Rp19,5 miliar.
Detail Aset dan Utang
Sebenarnya, total aset yang Fikri miliki tercatat sebesar Rp32,4 miliar. Namun, dengan utang sebesar Rp12,9 miliar, nilai kekayaan bersihnya berkurang menjadi Rp19,5 miliar.
Aset terbesar Fikri berasal dari kepemilikan 14 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, dan Kota Bengkulu dengan nilai sekitar Rp14,6 miliar.
- Ia juga melaporkan memiliki kas dan setara kas senilai Rp7,2 miliar serta harta lainnya sebesar Rp9,7 miliar.
- Dalam laporan tersebut, Fikri juga mencatat kepemilikan dua kendaraan roda empat, yakni Mitsubishi Pajero Sport dan Mitsubishi Eclipse Cross dengan total nilai sekitar Rp900 juta.
Nilai harta bergerak lainnya yang dilaporkan mencapai Rp45 juta.
Kasus yang Menjerat
Saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam operasi tangkap tangan tersebut. Dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong sedang dalam proses pengusutan.
➡️ Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Warga Kompleks Pengayoman dari Pencurian Sepeda Motor yang Meningkat
➡️ Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik di Asia, Ini Imbauan Kemenkes untuk Masyarakat




