Proyeksi Mudik Lebaran 2026: 143,9 Juta Perjalanan dengan Puncak pada 14-15 dan 18-19 Maret

Lebaran 2026 memperkirakan arus pergerakan masyarakat yang cukup besar. Menurut estimasi pemerintah, akan ada sekitar 143,9 juta perjalanan yang terjadi selama periode mudik ini. Dengan lonjakan pergerakan ini, jalur tol dan arteri diperkirakan akan mengalami peningkatan kepadatan signifikan, terutama karena sebagian besar perjalanan ini akan dilakukan dengan mobil pribadi.
Proyeksi Lonjakan Perjalanan Mudik Lebaran 2026
Arus pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 diperkirakan mencapai puncaknya pada tanggal 14 dan 15 Maret, serta 18 dan 19 Maret. Sementara itu, arus balik akan mencapai titik tertingginya pada tanggal 24 dan 25 Maret, dan gelombang berikutnya pada tanggal 28 dan 29 Maret.
Menurut proyeksi, sebagian besar pemudik akan menuju beberapa provinsi di Jawa dan Sulawesi Selatan. Lonjakan pergerakan ini diperkirakan akan memberikan tekanan besar pada jaringan jalan nasional dan tol.
Langkah Antisipasi Lonjakan Pergerakan Mudik
Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan ini, pemerintah telah merencanakan beberapa langkah. Salah satu strategi yang diterapkan adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan pergerakan mudik dan mencegah terjadinya kemacetan parah.
Sebagian besar pemudik diperkirakan akan menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang ke kampung halaman. Dengan estimasi sekitar 52% dari total pemudik, ini berarti jumlah pengguna mobil pribadi selama periode mudik akan mencapai sekitar 76,24 juta orang.
Pergerakan Kendaraan Selama Mudik
Sebagian besar dari pemudik yang menggunakan mobil pribadi diperkirakan akan memilih jalur tol, dengan estimasi sekitar 50,63 juta orang. Sebaliknya, bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, mereka cenderung memilih jalur alternatif di luar jalur utama. Diperkirakan sekitar 8,65 juta pengendara motor akan menggunakan jalan arteri dan jalur penghubung antarwilayah.
Perlu menjadi perhatian bahwa kepadatan tidak hanya akan terjadi di jalan tol, tetapi juga di jalur arteri yang dilalui oleh kendaraan roda dua. Pemerintah juga memperkirakan bahwa arah pergerakan kendaraan akan didominasi menuju wilayah timur Pulau Jawa. Dari sekitar 3,5 juta kendaraan, sekitar 50% diperkirakan akan menuju ke arah timur, terutama melalui ruas tol seperti Tol Cipularang hingga Purbaleunyi menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Penyiapan Posko Kesehatan Selama Mudik
Di sisi layanan kesehatan, pemerintah juga telah menyiapkan ribuan posko untuk mendukung keselamatan para pemudik. Diperkirakan akan ada sekitar 7.000 posko kesehatan yang didirikan di berbagai titik jalur mudik.
Posko-posko ini akan ditempatkan di jalan tol dan jalur non-tol. Bahkan, beberapa di antaranya direncanakan akan berada di masjid-masjid sepanjang jalur Pantura. Penempatan di masjid dipilih karena banyak pemudik berhenti untuk beristirahat atau menunaikan salat.
Selain layanan pemeriksaan kesehatan, posko ini juga dapat digunakan oleh pemudik untuk beristirahat, makan, dan berbuka puasa. Kementerian Kesehatan juga menyiapkan program pemeriksaan kesehatan pengemudi untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Pemerintah juga mempertimbangkan untuk menyediakan layanan vaksinasi campak bagi anak-anak di sejumlah titik posko kesehatan.
➡️ Baca Juga: PSU Pilkada 2024 Dibayangi Gugatan ke MK karena Dugaan Politik Uang
➡️ Baca Juga: Tren Global Medsos: Bocah11 Tahun Bawa Tradisi Indonesia




