Dua Kapal Tanker Pertamina Aman Menyusuri Selat Hormuz, Dua Lainnya Masih Berada di Teluk Arab: Stabilitas Pasokan BBM Terjamin

Memasuki bulan Maret, negeri ini mendapat kabar baik. Meski situasi di Timur Tengah semakin panas, dua dari empat kapal tanker Pertamina yang beroperasi di kawasan konflik tersebut telah berhasil meninggalkan wilayah dan melanjutkan perjalanan mereka dengan aman. Kedua kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon. Namun, dua kapal lainnya masih berada di Teluk Arab, menunggu kondisi yang lebih aman sebelum melanjutkan pelayaran mereka melalui Selat Hormuz.
Dua Kapal Tanker Pertamina Sudah Aman Menyusuri Selat Hormuz
Vega Pita, Pelaksana Tugas Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS), menegaskan bahwa dua dari empat kapal PIS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah sudah berhasil melewati area konflik dan melanjutkan pelayaran mereka dengan aman.
“PIS Rinjani dan PIS Paragon sudah beranjak dari area konflik,” ungkap Vega pada Selasa (10/3).
Kondisi Kapal yang Masih Berada di Teluk Arab
Namun, masih ada dua kapal yang berada di Teluk Arab, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Mereka tetap berada di kawasan ini dalam keadaan aman, menunggu situasi yang lebih kondusif untuk melanjutkan pelayaran mereka melalui Selat Hormuz.
Vega menjelaskan bahwa Gamsunoro saat ini sedang melayani pengangkutan kargo milik konsumen pihak ketiga, sementara VLCC Pertamina Pride sedang menjalankan misi pengangkutan minyak mentah jenis light crude oil untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Stabilitas Pasokan BBM Tetap Terjaga
Walaupun ada kapal yang masih berada di kawasan konflik, Pertamina memastikan bahwa rantai pasok energi nasional tetap berjalan lancar. Menurut Vega, Pertamina Group memiliki sekitar 345 armada kapal yang beroperasi di berbagai wilayah, baik di perairan internasional maupun di perairan Indonesia untuk mendukung distribusi energi.
“Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid berkat dukungan setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya,” ucap Vega.
Strategi Pertamina dalam Menjaga Distribusi Energi
Dalam upaya untuk menjaga kelancaran distribusi energi, Pertamina juga menerapkan berbagai skema pengiriman yang fleksibel. Vega menjelaskan bahwa Pertamina menerapkan metode Regular, Alternative, dan Emergency dalam menentukan jalur distribusi energi yang paling efektif dan aman bagi kebutuhan nasional.
Selain itu, Pertamina juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh armada yang beroperasi di berbagai wilayah dunia. “PIS melakukan pemantauan intensif 24 jam secara real-time terhadap seluruh posisi armada, kru dan pekerja,” ujar Vega.
Secara keseluruhan, meski ada kapal tanker Pertamina yang masih berada di Teluk Arab, proses distribusi BBM ke Indonesia tetap berjalan lancar. Adapun, dua kapal lainnya, PIS Rinjani dan PIS Paragon, telah berhasil melewati selat Hormuz dengan aman dan melanjutkan pelayarannya.
➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO: Pelaku Penyalahgunaan Sabu Ditangkap di Samatiga, Aceh Barat
➡️ Baca Juga: KPK Tinjau Pembagian Kuota Haji Tambahan oleh Yaqut: Bukan Diskresi




