
Zulfikar Hamonangan, seorang anggota komisi VI DPR RI, telah meminta pemerintah untuk waspada terhadap berbagai konsekuensi yang mungkin timbul dari konflik geopolitik global terhadap sektor pertanian di Indonesia. Konflik ini, yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran, dapat berdampak signifikan pada harga pupuk.
Potensi Kenaikan Harga Pupuk Akibat Konflik AS-Israel vs Iran
Zulfikar berpendapat bahwa eskalasi konflik di antara negara-negara besar ini dapat mempengaruhi pasokan energi dan bahan baku industri pupuk di seluruh dunia. “Ketika konflik geopolitik memanas, biasanya harga energi dan bahan baku pupuk akan naik. Ini berdampak langsung pada petani karena biaya produksi mereka akan meningkat,” ujar Zulfikar.
Dampak Kenaikan Harga Pupuk pada Petani
Zulfikar, seorang legislator dari Partai Demokrat, menyatakan bahwa kenaikan harga pupuk dapat mengakibatkan petani menunda atau mengurangi masa tanam mereka. Hal ini pada gilirannya dapat menurunkan produksi dan memicu kenaikan harga pangan, termasuk sayur-sayuran.
Dia juga menambahkan bahwa tekanan pada sektor pertanian dapat diperparah oleh potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disebabkan oleh ketidakstabilan geopolitik global. “Jika harga energi naik, biaya produksi dan distribusi juga akan naik. Sementara itu, subsidi pemerintah memiliki batas untuk menahan kenaikan tersebut,” ujarnya.
Indonesia dan Ketergantungan pada Impor Bahan Baku Pupuk
Zulfikar juga menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor bahan baku pupuk, yang membuat sektor pertanian kita sangat rentan terhadap volatilitas pasar global. “Selama kita masih bergantung pada impor bahan baku, setiap krisis global akan langsung berdampak pada sektor pertanian kita,” kata dia.
Masalah Distribusi Pupuk Bersubsidi
Ia juga menyinggung masalah distribusi pupuk bersubsidi yang masih rentan terhadap praktik mafia pupuk. Menurutnya, sekitar 2.000 kios pupuk pernah ditutup akibat dugaan penyimpangan distribusi. “Ini menunjukkan bahwa manajemen distribusi pupuk masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Untuk itu, Zulfikar mendorong pemerintah untuk memperkuat pengawasan distribusi pupuk sekaligus meningkatkan produksi bahan baku pupuk dalam negeri. “Komisi VI DPR RI akan terus mengawasi kebijakan industri pupuk nasional agar petani tidak menjadi pihak yang paling dirugikan setiap kali terjadi gejolak global,” kata Zulfikar.
Ketergantungan Sektor Pertanian atas Pupuk
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa sektor pertanian sangat bergantung pada pupuk. Sensus Pertanian 2023 mencatat sekitar 27,8 juta rumah tangga usaha pertanian, dengan 17,2 juta di antaranya petani gurem yang sangat sensitif terhadap kenaikan biaya produksi.
Di sisi lain, BPS mencatat impor pupuk Indonesia mencapai sekitar 7,52 juta ton pada 2024, dengan nilai sekitar 1,98 miliar dollar AS berdasarkan data UN Comtrade. Sebagian besar pasokan impor berasal dari Tiongkok, Rusia, Kanada, Mesir, dan Yordania, sehingga harga pupuk domestik rentan terhadap gejolak geopolitik dan pasar global.
➡️ Baca Juga: Cara Pindahkan Aplikasi myBCA dan BCA Mobile ke Ponsel Baru
➡️ Baca Juga: 7 Emoji Baru iOS 18.1 yang Belum Muncul di Keyboard—Aktifkan Lewat File Config ini




