Penutupan Jalur Klemuk: Saran untuk Pemudik Lebaran Hindari Risiko Kecelakaan

Menjelang momen sakral Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu mengambil kebijakan tegas dalam upaya meminimalisir risiko kecelakaan. Jalur alternatif Bukit Klemuk, berlokasi di area Songgoriti, diputuskan untuk ditutup total bagi kendaraan roda empat (R4) atau lebih.
Pelaksanaan Penutupan Jalur Klemuk
Kebijakan penutupan jalur Klemuk ini diumumkan langsung oleh Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Herawan. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini dihasilkan dari kesepakatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Tahap I Tahun 2026. Penutupan jalur ini didasari oleh evaluasi mendalam yang menunjukkan adanya kerawanan terjadinya kecelakaan di jalur tersebut, terutama ketika volume kendaraan meningkat tajam selama periode libur Lebaran. Medan di Klemuk dianggap ekstrem dengan kemiringan tajam dan turunan yang panjang, menambah risiko kecelakaan.
Peran Dishub dan Satlantas Polres Batu
Sebagai antisipasi, Dishub dan Satlantas Polres Batu akan menempatkan personel mereka di titik masuk jalur. Tujuannya adalah untuk memastikan pengguna jalan mematuhi aturan. Pemkot Batu juga bekerja sama dengan relawan jalur penyelamat dan masyarakat sekitar untuk membantu memantau situasi di lapangan.
Kendala dan Solusi Penutupan Jalur Klemuk
Herawan menyadari bahwa banyak pemudik dan wisatawan yang tidak familiar dengan medan ekstrem di jalur Klemuk. Risiko rem blong menjadi sangat tinggi, terutama menjelang Lebaran. Oleh karena itu, jalur Klemuk saat ini hanya diperbolehkan untuk kendaraan roda dua. Pengemudi mobil diharuskan untuk menggunakan jalur utama. Kendaraan yang datang dari arah Pujon (Kabupaten Malang) menuju Kota Batu atau sebaliknya diarahkan melalui Jalur Payung, yang memiliki kontur jalan lebih aman dan landai.
Harapan Dishub Kota Batu
Herawan berharap bahwa dengan kebijakan ini, angka kecelakaan bisa ditekan hingga zero accident selama musim mudik 2026. Ia ingin masyarakat yang mudik atau berwisata ke Kota Batu bisa merasa aman dan nyaman tanpa harus dihantui oleh risiko kecelakaan di jalur rawan.
“Keselamatan adalah harga mati,” tegas Susetya Herawan. Karena itulah, penutupan jalur Klemuk ini menjadi langkah penting untuk menjamin keselamatan para pemudik dan wisatawan.
➡️ Baca Juga: Wawali Bontang Agus Haris Ajak Warga Aktif Mengkritik untuk Demokrasi yang Lebih Baik
➡️ Baca Juga: Tren Interior Minimalis Paling Dicari di Indonesia



